Postingan

Menampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta

Untuk aku yang dulu

Gambar
Haiii aku 4 tahun yg laluuu..  Bagaimana kabarmu dalam dunia kenangan?  Aku yang sekarang berdiri disini bahagia sekali bisa berada ditahun ini, dibulan ini, dihari ini. Aku sudah jauh sekali berbeda denganmu. Tapi tenang, aku tidak menyesal pernah jadi dirimu ditahun itu. Itu membuat hidupku berwarna dan membuat aku bangga aku sudah jauh diatasmu.  Masih kuingat waktu itu bagaimana emosi meledak2 seperti petasan murahan. Kadang terdengar kadang terpendam tetapi tetap saja terjadi letusan. Banyak sekali hal2 kecil yang kau besar2kan. Banyak sekali kecurigaan yang kau tanamkan sehingga rontok cahayamu. Darahmu pun tak sedap berbau. Aku kagum kau bisa membawaku ke aku yang sekarang ini.  Ada yang membuatku tetiba teringat olehmu hari ini. Aku kini sudah jauh menghumori hidup ini. Tak lagi kuseriusi. Pagi ini kudapati lelaki yang tidur disampingku membohongiku. Eh, bukan! Dia bukan bohong. Hanya saja menyembunyikan, merahasiakan sesuatu dariku. Tapiii aku dengan humorny...

Pulanglah.. Disini bukan rumahmu.

Tengah malam larut ku dengar bunyi orang mengetuk. Kubukakan pintu dan melihat kau berdiri didepan pintu, meringkuk kehujanan oleh derita. Kupersilahkan masuk badan itu. Matumu sayu menunduk, tak mampu ku bertanya apa yang membuatmu seperti mayat hidup.  Aku sajikan teh manis hangat dan selimut setebal pelukan untuk hangatkan tubuhmu. Iya, aku tahu kau tidak terlalu menyukainya. Tapi ditengah deritamu ini kopi terlalu pahit jika kau teguk.  " Aku mau dipeluk " katamu,  Mata itu, seperti menguasai diri ini. Tak sadar kaki ini berdiri dan tanganku langsung mengikat badanmu. Tepat didadaku airmatamu basah. Dan entah bagaimana tangan ini semakin erat melingkarimu.  Belum mampu aku ucapkan satu patah katapun. Aku takut kau semakin remuk. Perlahan kulepaskan pelukan. Kulihat matamu sudah mengeluarkan senyuman.  " Aku rindu kamu " lagi katamu.  Aku tahu, rindu itu hanya terdiri dari 5 huruf. Tapi aku yakin banyak makna yang tersembunyi disana. Bagaimana mungkin ka...

Mungkin kau tidak bisa dengar, untuk itulah kutulis pesan ini

Hai perempuan lemah,  Sudah sejauh ini perjalananmu  Bagaimana kabar kakimu?  Apakah masih terasa tanah olehmu?  Aku kenal sekali senyum palsumu itu  Senyum yang kau berikan ketika kau terluka namun kau tak ingin tahu sesiapa Senyum yang membuat kakimu mampu melangkah menapak Berbaringlah dulu sejenak  Rasakan angin menyapa lelah  Nikmati hujan yang menjernihkan marah  Biarkan malam membersihkan luka yang merah Agar esok bisa kau rasakan kembali tanah.  Aku tau susah untukmu percaya lantunan suara palsu  Walau terdengar merdu.. Tapi ini aku,  Aku adalah hatimu.  Aku adalah bagian dari sesosok bangkai lemah ini  Percayalah padaku,  Kau bisa hadapi semua pilu  Dan hidup tidak akan selalu sendu  Akan selalu ada tangga untukmu  Agar mampu menaikkan malumu  Agar bahagia bisa menjadi temanmu.  Jangan lupa cintai aku,  Hatimu.